Beda Pilihan Tidak Harus Bermusuhan

0
18
Foto: Billy Barantian, Decky Mumbunan, Marvin Dotulung

Paparan.ID Minut – Di tengah panasnya persaingan menjelang Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Minahasa Utara, semakin memanas pula para pendukung pasangan bakal calon dari kontestasi dan hingar bingar pertanda “pertarungan” sudah dimulai.

Namun, ada hal menarik yang terjadi di Ibukota Kabupaten Seribu Waruga ini, dimana kenyataan yang ada di masyarakat bahwa telah terbentuk tiga kubu bakal calon kepala daerah. Perbedaan pilihan dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 ini, sangat jelas terlihat melalui fenomena kehidupan keseharian masyarakat baik dari sisi postingan-postingan pada media sosial maupun grup WhatsApp.

Contoh yang mencolok terjadi pada para pendukung fanatik dari ketiga bakal calon pasangan bupati dan wakil bupati. Mereka adalah sekelompok orang muda yaitu Billy Barantian merupakan pendukung fanatik dari SS-JL (Sompie Singal-Joppi Lengkong), Decky Mumbunan dalam Pemilihan Kepala Daerah kali ini melabuhkan pilihan kepada JG-KWL (Joune Ganda-Kevin William Lotulung). Sedangkan Marvin Dotulung kali ini hatinya berada pada pasangan SGR-PDM (Shintia Gelly Rumumpe-Petrus D Macarau).

Menariknya  walaupun mereka bertiga berbeda pilihan, namun tetap menunjukkan sikap profesional dan sportifitas dalam bersahabat. Ketiganya menjadi contoh bagi pemuda dan masyarakat di tanah Tonsea ini, yang tetap akrab meski berbeda pilihan dan sering terlibat adu argumen. Biasanya setelah terlibat perdebatan ketiganya pun kembali berkumpul dan seperti tidak ada perbedaan apalagi sekat yang memisahkan persahabatan mereka.

Menyikapi hal tersebut diatas aktivis Minut William S. Luntungan mengatakan ini seharusnya menjadi contoh bagi warga Minahasa Utara khususnya yang sering terlibat perseteruan di media sosial, mengingat marak terjadi perdebatan di media sosial yang akhirnya berujung pada adu jotos, bahkan ada yang harus sampai ke ranah hukum. “Saya lihat di beberapa postingan baik media sosial maupun beberapa grup mengenai Pemilihan Kepala Daerah di Minahasa Utara, sering terjadi perdebatan yang bermuara sampai adu jotos dan bahkan ke ranah hukum. Seharusnya kita dewasa, profesional dan menjauhi permusuhan, beda pilihan bukan harus saling bermusuhan tapi perbedaan itu dijadikan sebagai bahan untuk saling melengkapi” tukas Luntungan.

Perbedaan pilihan jangan sampai merusak persahabatan, biarkan itu menjadi bunga memanas-nya perdebatan dalam menyambut Pemilihan Kepala Daerah Minahasa Utara tahu 2020″, ujar tiga sekawan yang sering nongkrong di kompleks destinasi wisata Paal Tunjung ini sambil tersenyum.

(Heri)

Sharing is caring

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here