Pemkot Bitung “Tantang Presiden Jokowi”

0
57

Date: Jumat, 26 Jun 2020

Bitung– Terkuak dalam rapat Badan Anggaran DPRD kota Bitung dengan TAPD Pemkot Bitung ,jika Pemkot Bitung di masa Pademi Covid-19 ikut tergerogoti semua sendi kehidupan tapi Pemkot Bitung justru menggelontorkan anggaran Sekitar 5 Milayar Rupiah untuk pembayaran Lahan stadion Dua Sudara.

Pembayaran lahan Stadion Dua Sudara justru ibarat menantang balik apa yang di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo, tangisan rakyat yang masih membutuhkan Sembako dan bantuan keperluan hidup sehari-hari akibat pademi yang berkepanjangan seakan hilang di telan riuh Stadion Dua Sudara.

Instruksi Presiden Joko Widodo kepada seluruh pemerintah Daerah untuk memfokuskan anggaran APBD kepada penanganan Covid- 19 dengan mengalikan anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat di musim pademi, hal ini sepertinya tidak berlaku di kota Bitung.

Padahal sangat jelas apa yang di sampaikan oleh Presiden Jokowi
“Seluruh pemerintah daerah diharapkan dapat memangkas rencana belanja yang tidak menjadi prioritas, seperti anggaran perjalanan dinas, pertemuan, dan belanja lainnya yang tidak langsung berdampak pada masyarakat,” kata Jokowi yang di kutip dari “nasional okezone.com”.

Presiden Jokowi juga berharap, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Corona. “Karena kondisi fiskal kita bukan kondisi yang enteng,” ujar Presiden saat itu.

Apa yang dilakukan oleh Pemkot Bitung justru bertentangan dengan yang di sampaikan Presiden Jokowi. Hal ini pun memantik curiga Legislator Kota Bitung sehingga menjadi topik pertanyaan saat pembahasan berlangsung di Gedung DPRD Kota Bitung.

Ketua JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan) Kota Bitung Julius Rolly Hengkeng Bala Mengaskan Pembayaran Stadion Dua Sudara adalah salah satu bentuk pembangkangan Walikota sebagai pengambil kebijakan terhadap perintah Presiden.

“Sangat di sesali apa yang dilakukan Pemerintah Kota Bitung Kenapa melakukan pembelian aset di saat pademi Covid-19.

Bapak Presiden Joko Widodo bersama kementrian terkait berupaya melakukan terobosan-terobosan untuk peningkatan perekonomian masyarakat di saat Pademi Covid-19, Contohnya di Kementrian Perikanan sekarang ini bergerak cepat memberikan bantuan kepada UMKM-UMKM budidaya dan Sulawesi Utara menjadi salah satu daerah yang mendapatkan bantuan tersebut.

Harusnya Pemerintah Kota Bitung melakukan upaya-upaya yang sama karena Kota Bitung merupakan kota perikanan.” Ujar Jullius.

Dirinya juga mengatakan ada hal-hal lain yang jauh lebih penting dari pembayaran Stadion Dua Sudara, seperti permaslahan Pasar Winenet yang sampai saat ini status lahanya belum ada kejelasan di mana setiap harinya ratusan bahkan ribuan orang menggantungkan hidupnya berjualan di pasar tradisional tersebut.

“Pemkot Bisa saja melakukan pembelian aset tapi jika itu urgen. Contoh Pasar Winenet walaupun saat ini ahli waris lahan tidak mempermasalahkanya dan legowo membiarkan pedagang berjualan di lahan mereka tetapi, para pedagang belum merasa aman jika sewaktu waktu lahan akan digunakan,

kemana para pedagang akan berjualan sementara pasar di Kota Bitung yang terkenal ramai hanya Pasar Girian dan Pasar Winenet. Juga saat ini keadaan lokasi Pasar Girian sudah sangat padat” Ketus Jullius.

Sementara itu Geraldi Mantiri Anggota DPRD Kota Bitung yang juga sebagai personil Banggar DPRD Kota Bitung mengatakan dirinya tidak meragukan penanganan Covid-19 di Kota Bitung. Hanya menyoal penghematan anggaran di masa pademi ini.

“Jadi begini bukan tentang meragukan terkait penanganan covid-19 oleh Pemkot Bitung dan dalam rapat Pak Sekda Kota Bitung sampai dua kali ulang bahwa penghematan dilakukan jadi pelunasan bukan sesuatu hal urgensi sehingga ketika sekarang masyarakat Kota Bitung sangat “down” dengan adanya Covid-19 baik dari sisi psikis maupun dampak terhadap ekonomi jadi otomatis skala prioritasnya adalah penanganan Covid-19″. Pukas Geraldi.

Sementara itu Sekretaris Kota Bitung Audy Pangemanan sampai saat ini belum Bisa di konfirmasi.

(Redaksi)

Sharing is caring

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here