Sabo Dam Wangurer 3,8 M Proyek Mubazir

0
2
Foto: Prasasti Sabo Dam Wangurer

Paparan.ID Bitung – Proyek Sabo Dam berbanderol 3,8 Miliar Rupiah diduga mubazir dan mulai dipertanyakan warga.

Proyek yang dibangun pada tahun 2017 ini sesuai informasi warga masuk pada trase jalan tol Manado-Bitung, hal ini terbukti dengan adanya patok jalan tol di depan proyek dan hilangnya sebagian badan proyek yang di gusur untuk pekerjaan jalan tol.

Proyek bernilai kurang lebih Tiga Koma Delapan Miliar Rupiah ini berada di Kelurahan Wangurer Utara Kecamatan Madidir lingkungan 5 R.T 21 Kota Bitung.

Kondisi proyek saat ini sudah dipenuhi ilalang dan terlihat mubazir. Proyek inipun mulai dipertanyakan warga. Adolf salah satu warga yang mengetahui persis pembangunan proyek tersebut mengatakan, jika lokasi yang dibagun proyek Sabo Dam jauh sebelumnya sudah masuk dalam trase jalan tol, namun baik kontraktor dan pihak lainnya tetap ngotot membangun proyek tersebut di lokasi yang sudah masuk trase tol. “Saya heran kenapa lokasi yang sudah masuk trase tol masih juga dibagun proyek lain, karena jauh sebelum proyek Sabo Dam ini dibangun, tanah tersebut sudah masuk trase jalan tol” ujar Dia, lanjut Adolf dirinya merasa heran dengan pembangunan proyek yang menurutnya tiba-tiba dibangun di tempat yang tidak pernah banjir air maupun pasir.

Editor: Foto Sabo Dam Wangurer yang terlihat mubazir

Senada dengan itu aktivis kota Bitung Rusdianto Makahinnda mengatakan pihaknya merasa ada yang ganjil dan patut di usut pembangunan proyek mubazir tersebut sebab menurutnya patut diduga ada double pembayaran dalam pembangunan proyek tersebut yaitu saat pembayaran lokasi untuk trase jalan tol dan selanjutnya untuk pembangunan proyek Sabo Dam itu sendiri “Saya menduga ada permainan dalam pembayaran lahan proyek Sabo Dam ini, jangan-jangan terjadi pembayaran double karena itu, hal tersebut harus ditelusuri oleh pihak keamanan” ujar Rusdi. Aroma korupsi menurut Rusdianto juga tercium di dalam proyek yang saat ini fungsinya dipertanyakan warga.

Editor: Foto Sabo Dam Wangurer yang terlihat mubazir

Menariknya dalam prasasti yang tertulis nama Walikota Bitung Maximlian Jonas Lomban, belum ada tanda tangan, hal ini menurut Rusdianto patut diduga jika proyek tersebut hanya akal-akalan saja. “Patut diduga proyek ini hanya akal-akalan saja sebab jelas tercium aroma kongkalikong dalam proyek Sabo Dam ini” tandasnya.

Dirinya pun berharap DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Bitung dapat melihat hal tersebut dan membentuk Pansus Sabo Dam Wangurer ini.

(VM)

Sharing is caring

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here